• POS KUPANG.Com
  • POS KUPANG SPORT
  • SPIRIT NTT
  • TEENAGERS SPACE
  • Home
  • POS KUPANG NEWS
    • Kupang Watch
    • Kupang Plus
    • Kupang Crime
    • Polkam
    • Pro BISNIS
    • Nasional
    • Internasional
  • EDITORIAL
    • Kampungku
    • Salam
    • Beranda Kita
    • Opini
    • Tapaleuk
    • Pojok
  • REGIONAL NTT
    • Humaniora
    • Humbalorata
    • Flobamorata
    • Tirosa
    • Floresa
  • POS KUPANG MINGGU
    • Jendela Hati
    • Parodi Situasi
    • Puisi
    • Cerpen
    • Bianglala
    • Tamu Kita
    • Keluarga
    • Gaul
    • Bumi Kita
    • Community
    • Cerita Anak
  • LIFE STYLE
    • Buah Bibir
    • Cakrawala
    • Gossipi
  • Surat Pembaca
  • Blog
  • Archive
Google
/ Home / EDITORIAL / Salam
Salam
Pengalaman, Pola Efektif Penanganan Hama
Jumat, 5 Februari 2010 | 00:38 WITA

SETELAH sekian lama meredup, hama belalang kumbara kembali mengamuk. Kali ini, kumbara menyerang tanaman jagung, padi dan kacang-kacangan pada dua desa di Kecamatan Biboki Utara, yakni Desa Lokomea dan Kelurahan Boronubaen, serta tiga desa di Kecamatan Insana, yaitu Desa Loeram, Desa Keun dan Kelurahan Ainiut. Tidak main-main, luas lahan yang terkena serangan hama ini mencapai 150 hektar.

Di NTT, serangan hama belalang ini sebetulnya bukan baru terjadi. Hampir saban tahun, daerah ini selalu heboh karena dilanda serangan hama belalang kumbara. Serangannya dilakukan secara sporadis, dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu wilayah ke wilayah lain. Hampir semua kabupaten di wilayah Timor, Flores dan Sumba sudah pernah terkena serangan hama belalang ini.

Serangan hama belalang ini membuat semua pihak kerepotan. Petani hiruk pikuk berusaha mencari obat untuk bisa membasmi hama ini guna menyelamatkan tanaman mereka. Tumpuan akhir yang menjadi sasaran untuk pembasmian serangan hama ini adalah pemerintah kabupaten setempat, terutama dinas pertanian. Pada saat terjadi serangan hama seperti ini, dinas pertanian terdekat kerap menjadi  'babak belur' karena masalah hama ini memang terkait erat dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) lembaga ini.

Serangan hama belalang ini jelas merusakkan semua tanaman petani yang menjadi tumpuan hidupnya. Jika semua tanaman petani sudah rusak, maka ada satu ending yang hampir pasti terjadi pasca serangan hama ini, yakni terjadinya kelaparan hebat. Tidak hanya itu, para petani yang terkena serangan hama juga akan ketiadaan benih untuk menanam dan berbagai dampak ikutan lainnya.

Sudah dapat diprediksi pula bahwa jika terjadi masalah seperti ini, maka tindakan pertama yang akan dilakukan pemerintah setempat adalah memberikan bantuan logistik bagi para korban. Ini merupakan tindakan penyelamatan pertama. Bantuan logistik ini biasanya juga diikuti dengan bantuan benih tanaman. Tapi tak jarang terjadi, pada saat-saat seperti ini kerap terjadi proyeknisasi terhadap para korban serangan hama atau korban bencana, walaupun jumlahnya kecil.

Kembali ke TTU, diperoleh informasi bahwa pemda setempat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU sudah mendrop obat-obatan untuk menyemprot hama belalang kumbara tersebut. Tapi semakin disemprot bukannya musnah, malah jumlahnya makin bertambah. Saat ini pemerintah dan masyarakat setempat berusaha untuk melakukan ritus adat untuk mengusir hama belalang. Pada tahun 2007  ketika belalang menyerang ratusan desa, ritus adat dipakai dan  ternyata sangat efektif.

Jika ritus adat ini dinilai efektif, mengapa kegiatan itu tidak segera dilakukan pada saat hama belalang kumbara ini mulai menyerang dan belum menghabiskan tanaman petani? Mengapa gagasan itu baru muncul tatkala penyemprotan dengan obat-obatan tidak efektif dan ratusan hektar tanaman petani sudah habis diserang?

Sesungguhnya, pola tindakan atau penanganan hama belalang kumbara yang sudah terjadi sebelumnya, baik yang efektif maupun tidak efektif, menjadi pengalaman berharga dalam menangani masalah yang sama di kemudian hari. Artinya, jika penanganan serangan hama belalang sebelumnya efektif dengan ritus adat, mengapa hal itu tidak segera dilakukan saat ini? Jika ritus itu segera dilakukan tentunya akan membawa keuntungan. Selain tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk membeli obat, juga tanaman para petani dengan segera ditangani dan tidak habis dimakan hama belalang.

Satu hal penting yang perlu mendapat perhatian. Jika penanganan serangan hama atau penyakit apa pun diselesaikan dengan ritus adat, berarti serangan hama itu muncul atau terjadi karena adanya masalah adat. Artinya, serangan hama itu muncul karena adanya kesepakatan-kesepakatan atau masalah adat yang dilanggar oleh warga setempat sehingga masalah yang sudah pernah terjadi itu muncul kembali. Jika persoalannya seperti ini, maka upaya pencegahan yang menjadi perhatian bersama warga ialah jangan melanggar adat yang telah menjadi kesepakatan bersama.*

Share on Facebook    Share on Twitter
Print Email

KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.

Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
  • Berita Terkini
  • Terpopuler

  • Polres Sikka Gantung Tiga Kasus Korupsi
  • Komunitas YSAI UPN Jogya Tanam Pohon Cemara
  • Mahasiswa HI-FISIP UPN Jogya gelar Diskusi ..
  • Dua terdakwa Pembunuh Rm Fautinus, Tunggu ..
  • APIK Pertanyakan Batas Hutan Lindung Oelbesak
  • Camat Perlu Mendapat Pembinaan
  • Son Pake Helm...
  • Warga Belo Minta Bangun Poskamling
  • Keracunan Ikan, 3 Tewas
  • APTI NTT Gelar Talk Show
  • BP Pemuda GMIT Horeb Gelar Lomba CCA
  • Cagar Alam Hutan Mutis Mulai Terancam
  • Gerson Yonathan Thonak, Jadi PNS Terlalu ..
  • Meriah, Konser Ruth Sahanaya
  • ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores ..
  • Messi Dipuji Kawan dan Lawan
  • 13 Parpol Daftarkan Venus di KPUD Ngada
  • Kampung
  • Adoe: Kami Tidak Menembak
  • Warga Manulai II Ditikam di Jalur 40
  • Asuhan Bayi Baru Lahir dan Inisiasi Menyusui Dini
  • Foto Topless Britney Spears
  • Habibie Pernah Bilang Soeharto Kurang Ajar
  • Harga Tiket Pesawat Dari dan Ke NTT Naik
  • Pramugari Telanjang Demi Keselamatan Penumpang
  • Siapa Mau Lamar Wanita Kaya Raya Ini?
  • Perempuan Perkosa 10 Pria
  • Apa Masalahnya kalau Istri Boediono Katolik?
  • Tunjangan Sertifikasi Guru Direalisasikan Awal Juli
  • Erni Manuk Jadi Tersangka
  • Pengumuman UN SMA/SMK Ditunda
  • Seranjang dengan Pacar Sejak Usia 11 Tahun
  • Obama Tepuk Lalat, SBY Nyemprot
  • Langkah Jitu Perkasa di Ranjang
  • Erni Manuk Ditangkap
  • 11.344 Siswa SMA NTT Tidak Lulus UN
  • Hentikan Kematian Ibu Bersalin dan Bayi di NTT
  • Tiap Tahun 700.000 Remaja Lakukan Aborsi
  • Bendahara KPUD Kupang Dipergok Berselingkuh
  • Tidak Heran SMA Mercusuar Lulus 100 Persen
Kanal: KOMPAS.com KOMPASbola KOMPASentertainment KOMPAStekno KOMPAStekno KOMPAScetak KOMPASforum Community KOMPASimages KOMPAStv
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
| About POS KUPANG | Pasang Iklan | Berlangganan |Privacy policy | Terms of use | Site Map | Contact Us | Statistik

©2010 POS KUPANG ONLINE — All rights reserved