Ketua Kelompok Usaha Nusa Hijau, Gabriel Sadipun, saat ditemui di tempat usahanya di RT 9 Kelurahan Namosain, Jumat (12/3/2010), menjelaskan, usaha kompos keranjang Takakura dilakukan sejumlah ibu rumah tangga. Saat ini kelompok telah menghasilkan kompos dalam kemasan sebanyak 100 kantong plastik. Satu kantong plastik berisi dua kilogram kompos.
"Saat ini para anggora kelompok masih sulit memasarkan kompos yang dihasilkan. Anggota kesulitan mencari konsumen/pembeli. Semua anggota kelompok adalah para ibu rumah tangga," kata Sadipun.
Usaha pembuatan kompos organik, kata Sadipun, merupakan pekerjaan sampingan dari para ibu rumah tangga. Pembuatan kompos ini baru dilakukan sejak dua bulan lalu. Usaha pengolahan kompos ini merupakan salah satu program kerjasama UNICEF dengan pemerintah Kota kupang.
"Kami minta bantuan pemerintah Kota Kupang untuk memberi solusi atau mencari daerah pemasaran kompos Takakura," katanya.
Sadipun menambahkan, sistim pengolahan kompos Takakura terdesentralisasi karena hanya untuk skala permukiman. Menurutnya, kompos Takakura sangat cocok dipakai untuk menyuburkan tanaman, seperti sayur-sayuran. Kompos Takakura merangsang pertumbuhan tanaman.
Dia mengakui, usaha itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena bisa memberi tambahan ekonomi bagi kelompok. Namun, kendalanya dipemasarannya.
"Anggota kelompok sudah bertekad untuk membuat dalam skala yang lebih besar jika sudah ada konsumen/pembeli," ujar Asdipun. (den)